PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BORAKS PADA MAKANAN
MATA KULIAH : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN-A
DOSEN PMA : Khiki Purnawati Kasim. S. ST, M.Kes
LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BORAKS PADA MAKANAN
DISUSUN OLEH :
DWI PERMATA PUTRI. K
PO714221181010
IIA
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV SARJANA TERAPAN
TAHUN 2020
1. Dasar Teori
Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat yang berbentuk kristal lunak. Boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat.
Bahan-bahan pengawet yang digunakan pada makanan umumnya digunakan untuk jenis pangan yang mempunyai sifat mudah rusak. Bahan tersebut dapat penghambat atau memperlambat proses fermentasi, pengasaman, dan penguraian yang disebabkan oleh mikroba. Akan tetapi, tidak jarang produsen menggunakannya pada pangan yang relative awet dengan tujuan untuk memperpanjang masa simpan atau memperbaiki tekstur.
Menurut Badan POM (2007) dalam Peraruran Menteri Kesehatan Ri No. 722/Menkes/IX/1988, asam borat dan senyawanya merupakan salah satu jenis bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam produk makanan. Asam borat dan senyawanya merupakan senyawa kimia yang mempunyai sifat karsinogenik.
Boraks dan asam borat memiliki khasiat antiseptika (zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan organisme). Pemakaiannya dalam obat biasanya dalam salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan untuk pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu.
Boraks menimbulkan efek racun pada manusia, toksisitas boraks yang terkandung di dalam makanan tidak langsung dirasakan oleh konsumen. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat, dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetka, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan (Afrianti, 2007).
Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, dan kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.
2. Tujuan
Untuk mengetahui ada tidaknya boraks dalam suatu sampel makanan3. Alat dan bahan
- Tusuk gigi/sate/bambu
- Piring kecil
- Kunyit
- Tahu
4. Prosedur Kerja
- Siapkan alat dan bahan
- Tusuk kunyit menggunakan tusuk sate bambu kemudian tusuk ke tahu
- Tunggu beberapa saat kemudian cabut tusuk sate pada tahu
- Amati ujung tusuk apabila mengalami perubahan warna menjadi orange hingga kemerahan bahan makanan tersebut mengandung boraks
5. Hasil
Dari praktikum yang dilakukan, ujung tusuk sate tidak mengalami perubahan warna
6. Analisa Hasil
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, ujung tusuk sate tidak mengalami perubahan warna. Apabila ujung tusuk sate mengalami perubahan warna maka makanan tersebut mengandung boraks.
7. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, sampel tahu tidak mengandung boraks

Laporannya sudah bagus tapi mungkin akan lebih bagus jika pada bagian hasil dikampirkan foto hasil pemeriksaanya
BalasHapusTerima kasih sarannya🙏
HapusLaporannya sudah bagus tapi ada baiknya paragraf penulisannya sedikit dirapikan. ^^
BalasHapusTerima kasih sarannya🙏
HapusJelas dan sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih
HapusSangat membantu dalam mencari referensi, penulisannya juga bagus dan mudah di pahami
BalasHapusLaporannya sangat bagus dan bermanfaat. Saran mungkin bisa di tambahkan referensi dan dokumentasi
BalasHapusTerima kasih sarannya
HapusLaporannya bagus, menambah referensi, bahasanya juga mudah dipahami
BalasHapusTerima kasih
HapusLaporannya sudah bagus, saran mungkin bisa ditambahkan referensi dan dokumentasi pd saat kegiatan praktikum👍
BalasHapusTerima kasih sarannya🙏
HapusLaporannya sangat bagus dan membuat saya jadi mengerti bahayanya kandungan boraks pada makanan...
BalasHapusTerima kasih
Hapuslaporannya sudah bagus dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja mungkin bisa ditambahkan referensi yang diambil saat menulis laporan ini, dan agar lebih mudah dipahami bisa ditambahkan foto saat praktikum tersebut dilakukan, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^
BalasHapusTerima kasih sarannya🙏
HapusLaporannya bagus, sedikit saran untuk metode penulisannya diperbaiki lagi yah.
BalasHapusHasil sebaiknya berisi tentang ada tidakx borax pada sampel makanan(tahu) yang diperiksa.
BalasHapusAnalisa hasil tidak membahas cara kerja tetapi menjelaskan kenapa pada sampel tdk ditemukan borax, bgmb ciri2 sampel berdasarkan teori terkait. Jadi menghubungkan hasil dengan teori terkait parameter yg diperiksa serta aturan yg mendasari.
Perlu ditambahkan saran, dapus, dan dokumentasi agar lebih menarik membacanya.